Belum ada seminggu menyusul Abang ke Cikarang, saya sudah disodori proposal mudik akhir tahun sama Abang, rencananya pas libur Natal, jadi tanggal 24-28 Desember. Walaahh..ckk..cckk..ckk.. Setelah dipikir pikir ternyata selama ini saya yang sering mudik sendirian, Abang sudah lama tidak mudik, terakhir kali mudik bareng ya pas lebaran kemaren. Sedangkan saya, hampir tiap 3 minggu sekali mudik, hehehe.. Ya sudahlah, ga tega rasanya melihat wajah Abang yang telah lama memendam kerinduan yang mendalam terhadap bumi Mojopahit dan bumi Angling Darmo. Lagian kan asyik juga mudik lagi, cuma ga asyik di kantong saja. Haha..

- Mudik
Mengingat dan menimbang bahwa waktu yang direncanakan adalah waktu yang rame pemudik, maka diputuskan untuk segera hunting tiket. Beberapa pertimbangan bus yang akan dipake kali ini adalah bus yang nyaman, jadwal keberangkatan bus yang sesuai dengan jadwal pulang kantor Abang, Jadwal kedatangan bus yang lebih pagi, dan yang terakhir adalah untuk memenuhi rasa penasaran mencoba bus dan rute baru.
Rencana pertama adalah menggunakan Harjay untuk kesekian kalinya, hehe numan (ketagihan) ternyata. Rute yang dilalui adalah napak tilas perjalanan mudik saya sebelumnya, yaitu Cikarang-Ngawi-Bojonegoro, dengan Ngawi-Bojonegoro diteruskan dengan menggunakan bus kecil. Namun rencana ini digagalkan kesadaran dan dan ke-ogah-an kami membayangkan betapa ribetnya naek bus Ngawi-Bojonegoro dengan membawa banyak barang (kami harus membawa beberapa liter cat) dan lagi keberangkatan Harjay yang cukup siang, pukul 14.30, sehingga sangat tidak mungkin bagi Abang untuk pulang kantor setengah hari.
Rencana kedua adalah dengan rute Cikarang-Semarang-Surabaya. Mengapa tidak langsung saja ke Surabaya? Hal ini karena untuk memenuhi keinginan kami merasakan Nusantara atau Shantika. Dari Semarang, nanti kami akan memanfaatkan banyaknya bus Semarang-Surabaya. Kamipun ke Agen Shantika terlebih dahulu. Namun informasi dari Agen yang mengatakan bahwa belum bisa memastikan harga dan nomor kursi untuk saat ini, membuat kami ragu. Mereka menjanjikan kepastian informasi tersebut beberapa hari sebelum keberangkatan, sangat mepet. Kamipun mundur. Sebenarnya Abang masih sedikit trauma dengan orang agen tersebut, karena beberapa waktu lalu ketika Abang memesan Shantika ke Semarang untuk temannya, ternyata pada hari keberangkatan tanpa pemberitahuan lebih dahulu langsung di oper bus Kramat Djati, busnya jelek pula, kata temen Abang.
Agen Nusantara dan Malino putra adalah tujuan kami selanjutnya. Untuk Malino Putra, Abang sedikit sangsi waktu itu. Disamping berangkatnya pukul 16.00 yang sangat mepet, juga karena MP tidak ada bus cadangan, riskan seandainya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di jalan. Untuk Nusantara, sebenarnya masih ada kursi kosong di bagian agak depan. Tetapi karena berangkatnya yang mepet, meskipun nanti jika terlambat masih bisa naik bus yang kedua yang berangkat lebih malam dengan nomer kursi seadanya, kamipun mundur karena saya tidak mau jika nantinya terlambat datang dan akhirnya harus naik bus yang kedua, kami mendapat kursi paling belakang.
Terakhir, kami menyambangi agen Blue Star, Agen yang paling santai dan paling sepi. Keberangkatan Blue Star memenuhi kriteria kami, pukul 18.30 dan pukul 19.00. Sangat pas waktunya dari Abang pulang kantor. Kami berencana untuk turun Solo dan terus ke Surabaya dengan SK, Mira atau EKa, tapi target kami adalah mencoba SK terbaru. Untuk nomor kursi, Agen cikarang sudah mendapatkan jatah tetap yaitu seluruh kursi di bagian kiri. Tentu saja ini sangat melegakan, tidak perlu khawatir tidak kebagian kursi dan bisa langsung pesan saat itu. Namun karena agen menyarankan untuk berpikir kembali dan memberikan kemudahan dengan bisa pesan melalui telpon dan membayar saat keberangkatan, kamipun mengurungkan untuk membeli tiket saat itu juga.
Apakah memang Blue Star adalah pilihan moda mudik kami kali ini? Ternyata bukan, skenario pun berganti..
Seiring waktu, semakin jelas sudah bahwa kemungkinan besar Abang lembur pada minggu kedua dan ketiga bulan penutup tahun ini. Di saat semua bisa menikmati liburan panjang, disaat semua bisa merasakan kerja 3-4 hari seminggu, Abang harus berkutat dengan kertas kertas, dengan angka angka. Semakin mendekati akhir tahun semakin banyak beban kerja, semakin sering lembur, dan semua ini penyebabnya hanyalah satu, Stock Opname tahunan. Namanya juga orang gudang, kata Abang. Duh Abaaang..betapa capeknya dirimu.
Apapun yang terjadi, mudik itu pasti. Hari hari terakhir tahun ini harus mudik, itu tekad Abang. Kamipun kembali menyusun rencana mudik untuk tanggal 31 desember - 3 januari, liburan panjang terakhir dan satu satunya libur panjang yang bisa dirasakan Abang. Kali ini yang diutamakan adalah mendapatkan tiket balik terlebih dahulu. Untuk tiket mudik, kami sudah tidak ambil pusing, apa saja yang penting bisa mudik. Toh tgl 31 desember Abang kerja setengah hari, jadi lebih banyak pilihan bus. Abang bisa pulang setengah hari ini adalah rejeki yang tidak terkira indahnya, Alhamdulillah..
Suatu kebetulan, meskipun sebenarnya di dunia ini tidak ada yang kebetulan karena tidak ada kejadian yang luput dari rencanaNya, ada seorang teman abang yang pulang kampung pertengahan Desember, pulang ke Cepu. Menggebu-gebulah hasrat kami untuk segera mencoba merasakan Garuda mas yang termashyur itu. Tanpa pikir panjang, kami segera nitip beli tiket kepada beliau untuk tanggal 3 januari seraya berdoa semoga bisa mendapat kursi keramat di percobaan perdana dengan Garuda Mas.
Ketika berita kepastian sudah mendapat tiket Garuda Mas Cepu-Jakarta untuk seat nomor 3 sampai pada kami, kamipun segera meluncur mencari tiket mudik. Untuk kali ini, kami memilih yang simpel simpel saja, mengingat bawaan yang berjibun. Pilihannya kali ini adalah Gajah OBL dan PK karena kami ingin memanfaatkan dengan sebaik mungkin rejeki pulang setengah harinya Abang agar sampai di tujuan jauh lebih pagi. OBL berangkat pukul 15.00 sedangkan PK pukul 14.00 untuk Surabaya dan 14.30 untuk ke Bojonegoro. Sebenarnya Abang tergoda untuk mencoba Lorena Bojonegoro setelah membaca ulasan Mas Edhi yang begitu memikat, bikin ngiler. Namun urung dilakukan karena keberangkatan Lorena yang cukup sore menjelang malam.
Kunjungan pertama ke agen OBL, kami mendapatkan pilihan kursi nomor 5-6 dan 7-8. Saya yang ingin mendapat kursi paling depan masih urung untuk langsung membeli. Saya bersikukuh untuk mencoba ke Agen PK.

- Mudik
Sesampainya di Agen PK ternyata kursi yang tersedia tinggal deret bagian belakang. Halaaah..tambah parah ternyata. Akhirnya kami balik kucing ke agen OBL. Namanya belum rejeki, nomor kursi yang tadi ditawarkan sudah terisi, tinggal kursi nomor 11-12. Ya Awoh..padahal baru ditinggal sebentar, tidak ada setengah jam. Ya sudah apa boleh buat, tiket pun segera kami bayar. Alhadulillah, benar benar jadi mudik. Lega rasanya tiket mudik dan balik sudah ditangan.
Ada kejadian yang menggelikan saat di OBL. Awalnya, Orang yang melayani pembelian tiket kami adalah orang baru. Dan ketika kunjungan balik kucing kami, mas Agen yang kami kenal muncul. Beliau ternyata masih hafal pada kami. Padahal kami sudah cukup lama tidak naik OBL, terakhir kali kira kira pada bulan Mei, tujuh bulan yang lalu. Begitu melihat saya, mas itu langsung nyeletuk bilang ke temannya kalo saya ini jika tidak mendapat kursi depan tidak mau, harus dapat, makanya tadi masih ragu, eh, sekarang malah dapat seat belakangnya. hahahahaha, saya jadi malu..
Kemudian terjadilah percakapan singkat antara mas OBL dengan saya.
Mas OBL: ” Lhoh..mbak!! Iku rak mase sampeyan sing biyen kae!” *Sambil kaget gitu*
Saya: ” Iyo mas, mosok ganti se. Opo’o? “
Mas OBL: ” Lha kok tambah lemu men!!” *Sambil senyum senyum*
Sayapun ngakak, hahaha, iyalah mas, wong diopeni kok, hahahaha.
Untung yang diomongin ga denger, hehehehe.
Jika diingat lebih lanjut, tahun 2009 ini cukup mengesankan. Tema tahun 2009 memang tahunnya setrikaan mobile, bolak balik cikarang surabaya cikarang bojonegoro, hampir setiap bulan, mungkin juga ga ada sebulan sekali rata ratanya. Dan cukup komplit moda yang digunakan: bus, kereta, pesawat, hanya kapal laut saja yang belum (mau kemana coba?). Diantara ini semua, yang paling mengesankan adalah secara tidak sadar perjalanan perdana saya di tahun 2009 ke Surabaya waktu itu menggunakan OBL, untuk pertama kalinya. Dan sebagai perjalanan penutu[ di tahun 2009, saya kembali menggunakan OBL untuk ke Surabaya juga.
Hmm.. dan di awal 2010 ini, perjalanan perdana saya adalah Cepu-Cikarang dengan Garuda Mas, untuk pertama kalinya. Akankah di akhir tahun 2010 nanti saya kembali menutupnya dengan Garuda Mas Cepu-Cikarang?? Semoga masih diberi kesempatan oleh Sang Pemilik Segala Kesempatan untuk mewujudkannya..
Lets see!! ^^
Baca Ini Juga Yah
Tags: Blue Star, bojonegoro, bus, harjay, Lorena, Mudik, Natal, Nusantara, PK, Shantika, Surabaya, Tiket
[...] dari episode mudik akhir tahun kami, yang pencarian tiketnya telah dituturkan dengan lebaynya disini. Hahaha.. penuh perjuangan [...]