Fajribilla's Kepingan Hidup

8Feb/100

Setahun Kemarin

Setaaaaauuuuuuuunn.... udah lewat 2 hari, hehe..

selamatTernyata sudah setaun ini saya punya rumah maya ini..cckkkcckk..

Alhamdulillah, saya masih bisa mempertahankan untuk mengisi dan menulis disini. sebuah pembelajaran pertama saya untuk obsesi tingkat tinggi yang masih jauh prosesnya.

Menulis adalah hal baru bagi saya, karenanya saya perlu belajar menulis, apa saja, semua hal yang terlintas dipikiran. Makanya jika dilihat, banyak hal hal ga jelas yang mengisi blog ini, hehe.. mohon dimaklumi.

Saya ingin dengan belajar menulis ini saya belajar menyusun kata, merangkainya menjadi suatu cerita yang enak dibaca, syukur alhamdulillah jika menjadi bermakna dan menjadi pembelajaran.

Saya ingin belajar tekun, belajar istiqomah, hal yang sangat sulit karena saya termasuk orang yang mudah bosen, tapi saya yakin saya bisa menekuninya, demi cita cita ^^!

Namun sepertinya saya harus rajin posting, masak sudah setaun jumlah postingannya baru segini, maaaaluuuuu...

Semoga tahun pertama yang kecepatan belajar saya di level 1, bisa melesat naik 3 poin di tahun kedua nanti, dan pilihan kata, cara penulisan lebih terstruktur dengan baik, tidak amburadul kek sebelum sebelumnya.

Amiiiin..

Dan semoga tahun depan saya sudah bisa posting dengan dengan judul "obsesi saya akhirnya terwujud"

Mohon doanya yaa ^^

Semangatt v(^_^)v

21Jan/104

Mencanangkan Program Diet

Hmm...lagi sok-sok coba coba program diet. Semoga ga cuman rencana yang hanya rencana tanpa pelaksanaan seperti yang dulu dulu sering terjadi. Diet bukan cuma untuk membuat tampilan lebih proporsional, tapi tujuan utamanya adalah DEMI KESEHATAN. Mengubah pola hidup dan pola makan. Kalo overweight kan rentan terhadap ancaman penyakit yang mematikan, juga supaya berlatih pola hidup sehat sih, tuuh..biar si kolesterol jahat ga berlebih bikin sarang di tubuh dan juga the silent killer a.k.a hipertensi biar bisa dikontrol.

diet

Gara garanya makin nyadar aja si kalo kami ini punya riwayat hipertensi dan cenderung gampang overweight, apalagi sekarang melihat badan kami ini jadi seperti bola, melembung dimana mana, hihihi. Dan juga makin tingginya kesadaran untuk lebih mensyukuri kesehatan dengan menjaganya, biar usia hidup ga pendek pendek amat, biar bisa liat anak cucu nantinya. Okeeeeehhh ^^

21Jan/100

Tumis Jamur Tauge

Lama juga ya ga post tentang makanan, hihi, males masak siiih..

Sesuai dengan anjuran para kaum kerabat untuk memperbanyak makan toge (yaiks), akhirnya hari ini diniatin juga bikin sesuatu yang ada togenya.

Tumis Jamur Tauge!! Cekidooot..

Tumis

Tumis

Aneh ya penampakannya??!! Tapi rasanya enak kok bener deh.. coba dulu ya, pasti enak ^^

Bahan:

  • Jamur, bisa jamur apa aja, saya pake jamur ga-tau-namanya :p, yang putih lebar itu lho.
  • Tauge.
  • Bawang Merah, iris tipis
  • Bawang putih, iris tipis
  • Cabe rawit, iris
  • Cabe merah, iris
  • Cabe hijau, iris
  • Lengkuas, digeprek
  • Tomat, potong dadu
  • Merica bubuk
  • Saus Tiram
  • Kecap Asin
  • Udang rebon/ebi, sangrai.

Cara Membuatnya:

  • Tumis bwang merah dan bawang putih sampai harum.
  • Masukkan irisan cabe.
  • Masukkan lengkuas.
  • Masukkan merica bubuk, saus tiram, kecap asin.
  • Masukkan tomat, tunggu sebentar smpai tomat agak layu.
  • Masukkan jamur, aduk, biarkan sampai meresap.
  • Masukkan Tauge, aduk sebentar, sampai meresap.
  • Angkat.
  • Taburi dengan udang rebon/ebi sangrai diatasnya.
  • Sajikan.

oiya, tidak perlu ditambah air, jamur dan toge banyak kandungan airnya, nanti juga lama lama ada airnya sendiri..

Mudah banget emang, tinggal iris-iris dan plung-plung, dicampur jadi satu. Dimakan pake nasi hangat, hhhmmm...yummmyy!!

Selamat mencoba! v(^_^)v

16Jan/104

Cinta Tak Harus Memiliki

Beugh..ketika mendengar kata ini selalu saja saya ngrasa aneh. Entah mengapa. Emang gitu ya?? Emang bisa gitu?? Bener bisa mencintai tanpa memiliki?? Ga percaya sayah. Suwer deh..

Lambang cinta
Lambang cinta

Sebenarnya saya ga paham bener arti cinta yang sebenarnya, karena saya bukan ahli cinta (cieeehh..). Sangat banyak arti yang terkandung di dalamnya, dan masing masing orang berbeda dalam mengartikannya. Tetapi menurut saya dalam makna cinta itu terkandung suatu hasrat untuk memiliki hal yang dicintainya itu, meskipun ada ungkapan bahwa cinta yang tulus itu ya cinta saja, tidak ada alasan, maksud lain, maupun keinginan untuk mendapat imbal balik. Dalam kata cinta ini, serasa mengandung arti suka, dan bukankah jika suka kita jadi ingin memilikinya?? Sebut saja ada buku yang kita suka, bukankah kita pasti ada keinginan untuk memilikinya??

Berbeda dengan sayang, sepertinya kata sayang ini terasa lebih tulus dan murni.

Nah loh, kok saya jadi bingung sendiri membahas arti cinta dan sayang.

Intinya, yang membuat saya kepikiran adalah, memang bisa ya cinta itu tak saling memiliki?? emang boleh?? rasa rasanya kok ada yang ga fair gitu. Dalam kalimat "cinta tak harus memiliki" ini kok saya rasa sepertinya seolah kita ini memelihara rasa cinta yang tidak tepat, yang salah, yang tidak seharusnya.

Coba perhatikan dalam penggalan lagu ini:

" Percayalah kasih..Cinta tak harus memiliki, walau kau dengannya, namun ku yakin hatimu untukku" (hayoo..lagu siapa??)

Dan tema tema seperti ini banyak sekali digunakan di lagu maupun novel. Dooohh.. Serasa jadi pembenaran gitu.

Jika memang bisa seperti itu, berarti kita ini menjalani hubungan tidak sepenuh hati dong, hanya setengah setengah. Jika dijalani setengah setengah bukannya akan menjadi tidak baik?? Lalu apakah bisa dibenarkan jika kita menikah dengan seseorang tetapi hati kita masih memikirkan orang yang lain?? Apakah itu tidak berarti kita melakukan pengkhianatan kepada pasangan (suami/istri) kita terus menerus?? Emang bisa hidup ga jujur seperti itu selamanya??

AAArrghhhh...

Saya tetep ga rela dengan kata2 itu, seperti mengandung makna perselingkuhan.. hufffffhh...

8Jan/100

Menjemput Tiket GarudaMas-ku

Pengennya si bikin judul "Menjemput Tiket Garudaku", tapi ntar persepsi orang yang baca pertama kali pasti Garuda yang bisa terbang (GIA), hahaha...

Garuda Mas
Garuda Mas

Jadi..ini adalah sepenggal kisah lanjutan dari episode mudik akhir tahun kami, yang pencarian tiketnya telah dituturkan dengan lebaynya disini. Hahaha.. penuh perjuangan emang.

Hari minggu pukul sembilan pagi, kami menelpon Pak Naryo, sodara temen Abang yang kita mintain bantuan untuk beli tiket, untuk pertama kalinya.

Saya: " Halo, Pak Naryo, ini Bu Mukhlis yang minta tolong dibelikan tiket. Nanti kira kira kita ketemu dimana ya atau saya ke rumah Pak Naryo saja? "

Pak Naryo: " Ooh..iya mbak. Nanti mbak ke Cepu-nya lewat mana? "

8Jan/100

Pencarian Tiket Mudik Akhir Tahun

Belum ada seminggu menyusul Abang ke Cikarang, saya sudah disodori proposal mudik akhir tahun sama Abang, rencananya pas libur Natal, jadi tanggal 24-28 Desember. Walaahh..ckk..cckk..ckk.. Setelah dipikir pikir ternyata selama ini saya yang sering mudik sendirian, Abang sudah lama tidak mudik, terakhir kali mudik bareng ya pas lebaran kemaren. Sedangkan saya, hampir tiap 3 minggu sekali mudik, hehehe.. Ya sudahlah, ga tega rasanya melihat wajah Abang yang telah lama memendam kerinduan yang mendalam terhadap bumi Mojopahit dan bumi Angling Darmo. Lagian kan asyik juga mudik lagi, cuma ga asyik di kantong saja. Haha..

Mudik
Mudik

Mengingat dan menimbang bahwa waktu yang direncanakan adalah waktu yang rame pemudik, maka diputuskan untuk segera hunting tiket. Beberapa pertimbangan bus yang akan dipake kali ini adalah bus yang nyaman, jadwal keberangkatan bus yang sesuai dengan jadwal pulang kantor Abang, Jadwal kedatangan bus yang lebih pagi, dan yang terakhir adalah untuk memenuhi rasa penasaran mencoba bus dan rute baru.

30Dec/0918

Parampaa Seru Abiss

Kaskus
Kaskus

Dua hari yang lalu, ketika saya sedang nongkrong di Lounge-nya KasKus, saya tertarik dengan judul sebuah threat yang menantang untuk menguji kapasitas otak. Sayapun langsung menuju TeKaPe. Ternyata, di dalamnya membahas tentang sebuah permainan logika yang seru. Threat itu sendiri banyak berisi diskusi petunjuk petunjuk dalam menyelesaikan game tersebut. Membaca threatnya saja sudah ngakak abis, seru dan lucu sepertinya.  Banyak yang merasa terlihat bodoh dan dikerjai ketika mengerjakan permainannya. Dan threat tersebut menjadi salah satu threat paling rame laku di Kaskus.

Parampaa
Parampaa

30Dec/092

Sendiri Ku Pergi (3)

Hosh!! Semangat!! Satu lagi perjalanan yang harus saya taklukkan (halah).

Sedikit keluar jalur dulu OOT, saya tergelitik untuk menceritakan sedikit  pengalaman kuliner saat mampir sarapan di warung kecil langganan ayah di daerah Sumberejo ketika dalam perjalanan 7 jam pp di "S area" yang saya manfaatkan untuk tidur sepanjang perjalanan. Sarapan di warung itu muraah buanget poll dan rasanya sedep gitu, ciri khas masakan rumahan di desa. Apa karena memang masakannya enak ataukah saya yang laper berat  ya, saya kok jadi kemaruk, haha. Total di total, hanya perlu mengeluarkan uang  20ribu untuk bisa menikmati 1 porsi nasi pecel, 1 empal goreng, 4 tempe, 2 rempeyek, 1 porsi nasi sayur bayem (menir), 1 udang yang ditusuk isi 6, 2 bakwan udang, 1 bakwan jagung,  1 botol air mineral 600ml, dan 2 teh anget. Dan semuanya dalam porsi jumbo. waaah, sampai tenganga saya. Mantep bener..

Nah, balik lagi ke sisa perjalanan kali ini, Bojonegoro-Ponorogo via Ngawi dan Madiun.

29Dec/092

Sendiri Ku Pergi (2)

Setelah tiba di pertigaan terminal lama Ngawi, benar saja, ada 4 bus kecil yang ngetem disana, salah satunya adalah bus yang menuju Bojonegoro, Sri Sedono. Saya segera berjalan menghampiri bus tersebut. Sedang asyiknya berjalan, ada bapak bapak yang iseng bilang,

" Ayune cah, sopo iki sing beruntung dadi bojone?".

Hahay, saya cuma bisa senyum di hati dan kemudian berkata (masih dalam hati),

"Wahai Bang, dengarlah kata bapak itu, dirimulah seorang yang beruntung itu, hehehehe".

Di pinggir pertigaan itu sekarang banyak berjejer warung penjual kopi dan makanan lainnya. Warung2 itu dikerumuni banyak sopir bus yang ngetem  sekedar untuk mengisi waktu luang ngobrol, mengisi perut dengan gorengan, dan kopi untuk memaksakan mata agar terbuka lebar. Saya adalah penumpang pertama, serem juga dalam hati, mengingat tidak ada wanita selain saya. Tapi dengan cueknya, saya lalu mengambil tempat duduk paling depan, samping sopir. Sambil menunggu tambahan penumpang, saya ngemil ngemil bekal sambil bertanya tanya, akankah tubuh ini protes terhadap perubahan drastis yang akan terjadi? Selama belasan jam yang lalu telah dimanja dengan bus yang nyaman dan sekarang, 2 jam ke depan akan di manja dengan bus tua tiga perempat yang sepengetahuan saya, saya belum menemukan pembaharuan armada sejak bus ini pertama kali beroperasi di trayek Ngawi-Bojonegoro, sejak saya kelas 3SD, dan juga kondisi jalan yang berliku dan amat bergelombang.

23Dec/094

Sendiri Ku Pergi (1)

Bepergian sendirian memang sudah tidak asing bagi saya mengingat sudah di rantau sejak kuliah dan sepanjang 2009 ini sudah cukup kenyang jabodetabek-jatim. Perjalanan saya sendirian biasanya hanya perlu sekali atau maksimal 2 kali (satu kali bus, satu kali angkot/taxi) ke satu kota tujuan, misalnya bandung-bojonegoro waktu kuliah, atau cikarang-surabaya, cikarang-bojonegoro.

Perjalanan kali ini saya anggap istimewa karena  mempunyai rute B - AE - S - AE (Cikarang- Ngawi - Bojonegoro  - Mojokerto - Bojonegoro - Ngawi - Madiun - Ponorogo) dan harus ditempuh dalam waktu 24 jam. Saya membayangkan betapa capeknya perjalanan kali ini.

Mengapa saya harus menempuh rute sedemikian ruwetnya?

Cerita ini bermula ketika saya disarankan untuk mengikuti Test CPNS di Ponorogo oleh keluarga besar. Test tersebut dilaksanakan tanggal 21 November (tepat ulang tahun almh Ibunda) pukul 8 pagi. Karena itu saya segera membeli Tiket Harjay ke Ponorogo untuk tanggal 19 November sehingga saya masih ada waktu satu hari untuk memulihkan stamina sebelum memulai perang melawan soal - soal CPNS yang konon ruwet minta ampun. Berhubung maksa ingin naik Harjay yang exe sedangkan jurusan Ponorogo hanya ada kelas VIP, maka tiket Harjay saya sampai Madiun dan rencananya akan saya teruskan dengan naik bus Sby - Ponorogo dengan harapan bisa jodoh dengan Restu Panda. hehe.

Manusia hanya bisa merencanakan, Tuhanlah yang menentukan. Ternyata sang ayah punya rencana lain, beliau menelpon agar sebelum ke Ponorogo sowan dulu minta doa restu ke orang tua (biasanya minta doa restu lewat telpon saja sudah cukup), jadi harus ke Bojonegoro dan Mojokerto dulu. Padahal tiket sudah ditangan ,fiiuuh. Inilah akibat tidak diskusi dulu dengan ayah. Walhasil saya harus putar haluan pindah jurusan dan membatalkan tiket. Berhubung saya ga mau rugi jika tidak mau dibilang pelit, hehe, saya tetep keukeuh tidak membatalkan tiket, tetapi nantinya saya akan turun Ngawi dan lanjut ke Bojonegoro dengan bus mini.

Tekad sudah bulat, demi menikmati harjay kembali, nasehat ayah dan kekhawatiran abang pun tak mempan. Meski dalam hati agak keder juga membayangkan betapa capeknya dan pula sudah lama tidak ke terminal ngawi, hahaha.

Petualanganpun dimulai..

Di hari keberangkatan, pukul 14.20 saya sudah duduk manis di agen Harjay Cikarang ditemani dengan ransel kucel 35L yang setia. Meskipun jika mengenakannya saya akan terlihat seperti kura-kura dengan tempurungnya, tetapi saya sangat suka menggunakan ransel ini karena membawa dampak psikologis yang hebat, yaitu saya merasa bisa menaklukkan apapun tantangan dalam perjalanan. hahay..lebay memang.

Cukup rame ternyata yang akan naik Harjay hari itu. Konsentrasi pendengaran nguping saya terfokus pada rombongan mbak-mbak yang asyik membicarakan tentang hal hal yang berbau CPNS. Hmm..jangan jangan sebagian besar penumpang mempunyai tujuan yang sama.

Pukul 14.30 bus yang akan membawa kamipun tiba. Mercy 1525. Sebuah keuntungan bagi saya yang mendapat kursi 1A, saya bisa menaruh ransel saya di depan, dan kaki saya masih leluasa untuk selonjoran, saking leganya, mungkin kaki abang yang demikian panjang juga bisa dengan sangat enak selonjoran (huidi, jadi inget abang deh).

Harjay dg Stikernya BMC

Harjay dg Stikernya BMC